Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti webinar bertema ‘Penatalaksanaan Kanker di Era Pandemi Covid-19’ yang diselenggarakan oleh PERABOI (Persatuan Ahli Bedah Onkologi Indonesia) Nusa Tenggara. Banyak topik menarik yang dipresentasikan, salah satunya adalah presentasi yang disampaikan oleh Prof. dr. Tjandra Manuaba.
Presentasi beliau yang berjudul ‘Vaksin Covid-19 Pada Pasien Kanker’ banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat awam, khususnya penderita dan penyintas kanker, seperti ‘Benarkah penderita kanker rentan terhadap infeksi covid-19?’ dan ‘Amankah vaksin covid-19 diberikan pada penderita kanker?’.
Untuk itu, saya akan merangkumkan hasil presentasi tersebut dengan didukung juga informasi tambahan yang saya peroleh dari sumber lain yang relevan.
#1. Benarkah penderita kanker rentan terhadap Covid-19?
Keberadaan sel-sel kanker membuat sistem imun di tubuh penderitanya terganggu atau melemah. Dan seperti yang sudah umum diketahui, orang yang memiliki imun lemah lebih mudah terinfeksi covid-19 serta lebih sukar melawan virus yang menyerang tubuhnya dan menyembuhkan diri.
#2. Apakah semua penderita kanker mempunyai sistem imun yang lebih rendah?
Tidak selalu. Khususnya para penyintas kanker, dikatakan bahwa sistem imun mereka tidak terlalu berbeda dengan masyarakat umum kebanyakan.
#3. Bagaimana
dengan penderita kanker yang sedang menjalani perawatan, seperti kemoterapi,
radioterapi, terapi hormon, dsb.?
Pada pasien kanker, sistem imun yang melemah tidak hanya disebabkan oleh penyakit kanker itu sendiri, namun juga dampak dari pengobatan kanker yang sedang dijalaninya. Pemberian terapi seperti kemo, radiasi dan hormonal, serta obat-obat kanker lainnya selain melemahkan atau menghancurkan sel kanker dalam tubuh, di sisi lain juga menurunkan sistem imun penderita.
Kemoterapi atau radioterapi, misalnya, dapat mengurangi produksi sel-sel darah putih yang merupakan bagian penting dari sistem imun tubuh untuk melawan infeksi atau penyakit tertentu.
#4. Bagaimakanah infeksi Covid-19 berkolerasi dengan penyakit kanker?
Selain memodulasi sistem imun tubuh, terapi dan obat-obat kanker juga biasanya mengakibatkan efek samping seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), kardiomiopati (lemah jantung), fibrosis paru (sejenis penyakit paru), dsb. yang dapat memperberat gejala infeksi Covid-19 yang dialami pasien dengan komorbid (penyakit penyerta) kanker. Dan di sisi lain, pasien kanker cenderung mengkonsumsi berbagai macam obat sehingga meningkatkan potensi mengalami efek samping yang disebutkan di atas.
Selain itu, penyakit kanker umum dijumpai pada orang berusia lanjut, dikarenakan kerja sistem imum mengalami penurunan seiring penuaan sehingga kanker lebih mudah menyerang. Seperti yang banyak diketahui, usia lanjut berhubungan kuat dengan kerentanan terhadap covid-19 dan keparahan kondisi pasien yang terinfeksi. Itu sebabnya, pasien dengan usia lebih tua yang menderita kanker dan terkonfirmasi terinfeksi covid-19 berpeluang lebih tinggi untuk memiliki fatalitas kasus, akibat penurunan fungsi kekebalan tubuh dan peningkatan peradangan kanker.
Secara umum, diketahui rasio penderita kanker dengan gejala infeksi yang lebih berat lebih tinggi dibandingkan populasi yang bukan penderita kanker.
Pasien kanker dengan Covid-19 memiliki kerentanan sbb:
- Tingkat lebih tinggi dengan setidaknya satu gejala berat/kritis
- Berpeluang lebih tinggi membutuhkan alat bantu pernafasan
- Tingkat admisi ruang ICU lebih tinggi
- Tingkat kematian lebih tinggi
Selanjutnya, perkembangbiakan virus Covid-19
yang meningkat akan menyebabkan fungsi sistem imun terganggu, yang kemudian membuat
perkembangan virus menjadi semakin tidak terkendali, dan pada akhirnya
berdampak pada perkembangan sel-sel kanker. Sehingga, penyakit kanker dan
infeksi Covid-19 akan dapat mempengaruhi atau memperburuk kondisi penyakit satu
sama lainnya.
#5. Apakah
semua pasien kanker mempunyai reaksi imun yang sama terhadap covid-19?
Tidak. Hal
ini akan bergantung pada jenis kanker dan tingkat keparahan peradangan kanker. Pada
umumnya, penderita kanker dengan keganasan hematologis, yakni jenis kanker yang
menyerang darah, sumsum tulang belakang, dan kelenjar getah bening, memiliki
tingkat keparahan infeksi Covid-19 yang lebih buruk. Namun, informasi mengenai hubungan
perbedaan jenis kanker dan tingkat peradangannya pada reaksi tubuh terhadap
Covid-19 ini belum diketahui secara lebih mendalam.
#6. Amankah
vaksin covid-19 diberikan kepada penderita kanker?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu kita perlu mengenal jenis-jenis vaksin yang dikembangkan untuk Covid-19 ini, yaitu:
- Vaksin mati / inaktivasi, merupakan vaksin yang dibuat dari virus Covid-19 yang sudah dimatikan.
- Vaksin hidup-dilemahkan, jenis vaksin ini dibuat dari virus Covid-19 yang masih hidup tapi sudah dilemahkan.
- Vaksin viral vektor, vaksin ini memanfaatkan versi modifikasi dari virus lain.
- Vaksin sub-unit, adalah vaksin yang mengandung sebagian dari komponen virus (protein).
- Vaksin dari material genetik (asam nukleat), vaksin jenis ini dikembangkan dari materi genetik dari virus Covid-19, atau dalam hal ini, RNA-nya.
Dari kelima jenis vaksin di atas,
vaksin dari virus hidup yang sudah dilemahkan tidak boleh diberikan kepada
seseorang yang memiliki kelainan sistem imun seperti penderita kanker dan HIV.
Jadi, selain dari vaksin tersebut,
keempat vaksin lain pada dasarnya aman untuk diberikan kepada penderita kanker.
Bahkan, penderita kanker termasuk dalam kelompok beresiko tinggi yang
membutuhkan vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap Covid-19.
Namun, penderita tetap perlu
berkonsultasi dengan dokternya terlebih dahulu mengenai hal ini dan memastikan
untuk memberitahu petugas vaksin bahwa Anda sedang mengidap atau seorang penyintas
kanker.
_________________________________
Referensi
1.
Vaksin Covid-19 Pada Pasien Kanker,
disampaikan oleh Prof. DR. dr. IB. Tjakra Wibawa Manuaba, MPH, Sp.B(K)Onk,
FINACS, pada Webinar ‘Penatalaksanaan Kanker di Era Pandemi Covid-19’, Sabtu,
20 Februari 2021
2.
Pelayanan Kanker di Era Pandemi, disampaikan
oleh dr. Ramses Indriawan, Sp.B(K)Onk, pada
Webinar ‘Penatalaksanaan Kanker di Era Pandemi Covid-19’, Sabtu, 20 Februari
2021
3.
Dampak COVID-19 pada Penderita
Kanker dan Langkah Pencegahannya. dr.
Kevin Adrian. 27 Mei 2020. https://www.alodokter.com/dampak-covid-19-pada-penderita-kanker-dan-langkah-pencegahannya
4.
Pasien Kanker
Dapat Menerima Vaksin COVID-19 Asal Tetap Dalam Pengawasan Medis.
Covid19.go.id. 06 Feb 2021. https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/pasien-kanker-dapat-menerima-vaksin-covid-19-asal-tetap-dalam-pengawasan-medis
5.
Empat Tipe
Vaksin yang Dipakai untuk Vaksinasi Covid-19. CNN Indonesia. 23 Desember 2020. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201223111419-199-585565/empat-tipe-vaksin-yang-dipakai-untuk-vaksinasi-covid-19
6.
Understanding and
Explaining Viral Vector COVID-19 Vaccines. Centers for Disease Control and
Prevention. 17 Februari 2021. https://www.cdc.gov/vaccines/covid-19/hcp/viral-vector-vaccine-basics.html